Koran Jakarta | October 16 2019
No Comments
Kebijakan Moneter

Ruang Pelonggaran Masih Terbuka

Ruang Pelonggaran Masih Terbuka

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) dinilai mempunyai ruang gerak yang luas untuk memperlonggar kembali kebijakan moneternya melalui instrumen penurunan suku bunga acuan, BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRR). Hal itu didukung stabilitas inflasi dan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu belakangan ini.

Ekonom dari Institute for Development Economics of and Finance (Indef),Bima Yudhistira menyatakan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed akan memangkas suku bunga acuan dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 17-18 september 2019 waktu Washington D.C.

“Sangat mungkin, The Fed akan memangkas bunga acuan (FFR) sebesar 25 bps (basis poin),” ujarnya kepada Koran Jakarta, Selasa (17/9). Dia menambahkan sikap The Fed itu akan diikuti BI menurunkan BI7DRR sebesar 25 bsp.

Hal itu didasarkan pada pertimbangan rupiah yang relatif stabil dan infasi pada Agustus yang cenderung rendah. “Bunga yang lebih rendah dibutuhkan untuk menstimulus pertumbuhan kredit dan sektor riil,” ujar Bima.

 

Rupiah Stabil

 

Hal senada juga disampaikan ekonom Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih. Menurutnya, stabilnya rupiah di pasar global menyebabkan BI menurunkan bunga acuanya. “Rupiah cukup stabil jadi BI bisa menurunkanya sebesar 25 bps,” ujar lana. Selain pertimbangan rupiah, keputusan The Fed dalam mengambil keputusan terhadap suku bunga acuanya sangat mempengaruhi hasil yang akan di ambil oleh BI.

Seperti diketahui, sebagian ekonom dan analis meyakini The Fed akan menurunkan suku bunga acuannya untuk mendorong kinerja pertumbuhan ekonomi di AS. “Hasil rapat The Fed akan keluar pada 18 September sore waktu Washington atau 19 September pagi waktu Indonesia,” ujar Lana. Namun, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohamad Faisal memperkirakan BI akan mempertahankan BI- 7DRRR .

Menurutnya, BI akan melihat arah penurunan suku bunga global. “Suku bunga global cenderung dovish (melunak),” ujarnya. Melunaknya isu suku bunga yang akan dikeluarkan oleh The Fed menyebabkan BI7DRR berpontensi turun, namun selama dua bulan terakhir BI telah menurunkan BI7DRR yang dari 6,0 persen menjadi 5,50 persen pada Agustus. “BI7DRR akan ditahan dulu,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 21-22 Agustus 2019, bank sentral menurunkan BI7DRR sebesar 25 bps menjadi 5,50 persen atau yang kedua berturut- turut setelah turun 25 bps pada bulan lalu. 

 

uyo/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment