Sidang Kasus 1MDB Eks PM Najib Dilanjutkan | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 11 2019
No Comments
Skandal Korupsi

Sidang Kasus 1MDB Eks PM Najib Dilanjutkan

Sidang Kasus 1MDB Eks PM Najib Dilanjutkan

Foto : AFP/MOHD RASFAN
Najib Razak
A   A   A   Pengaturan Font

KUALA LUMPUR - Sidang perdana mantan pemimpin Malaysia, Najib Razak, terkait dengan megaskandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB), akan dilanjutkan ke tahap ber­ikutnya setelah seorang hakim pada Senin (11/11) memutus­kan bahwa para jaksa penuntut menyatakan kasusnya telah cu­kup kuat untuk dibawa ke me­ja hijau.

Dengan putusan tersebut maka upaya untuk menggiring Najib ke pengadilan atas kasus penipuan besar-besaran sema­kin nyata dan mantan PM Ma­laysia itu akan mulai disidang­kan bulan depan dalam kasus pencurian dana miliaran dol­lar AS milik lembaga keuangan BUMN 1MDB.

Jaksa penuntut sebelumnya telah selesai menyerahkan buk­ti pada Agustus, dan pada awal pekan ini hakim di Pengadilan Tinggi, Mohamad Nazlan Mo­hamad Ghazali, memutuskan bahwa kasus tersebut cukup kuat untuk disdangkan dan Na­jib harus mulai membuat pem­belaannya.

“Terdakwa memiliki penga­ruh besar dan luas terkait de­ngan unit 1MDB, SRC Interna­tional. Jaksa memandang Na­jib berkewajiban menjawab tujuh dakwaan yang dituntut,” kata Hakim Mohamad Nazlan. “(Unit) itu berada di bawah kendali terdakwa sejak hari pertama. Terdakwa memegang kekuasaan yang cukup besar,” imbuh dia.

Koalisi yang dipimpin Na­jib dikalahkan pada pemilu ta­hun lalu setelah enam dekade berkuasa. Kekalahan itu seba­gian besar diakibatkan skandal 1MDB, dan sejak itu Najib telah ditangkap dan dikenai puluhan tuduhan terkait dengan penja­rahan di 1MDB.

Najib, 66 tahun, diadili un­tuk pertama kalinya pada April terkait kasus 1MDB setelah ada laporan adanya aliran uang se­nilai 42 juta ringgit (10,1 ju­ta dollar AS) dari SRC Interna­tional ke dalam rekening bank pribadinya. Najib membantah melakukan kesalahan dalam kasus tersebut.Putusan peng­adilan yang dikeluarkan pada Senin kemarin, menjadi angin segar bagi pemerintah Malay­sia dan PM Mahathir Moham­ad, 94 tahun, yang sebelumnya berjanji untuk menuntaskan megaskandal 1MDB dan mem­bawa mereka yang terlibat ke pengadilan.

Atas putusan pengadilan untuk melanjutkan sidang ka­sus 1MDB yang melibatkan kliennya, pengacara utama Na­jib yang bernama Muhammad Shafee Abdullah, mengatakan bahwa Najib amat terkejut de­ngan putusan pengadilan dan menambahkan bahwa mantan PM itu yakin akan dibebaskan atas semua tuntutan.

Dalam keterangannya, pengacara Muhammad Shafee Abdullah mengatakan bahwa sidang atas kasus 1MDB yang melibatkan kliennya akan ber­langsung cukup lama, bah­kan akan melampaui pemilih­an umum Malaysia berikutnya yang paling lambat digelar pa­da 2023.

Tuduhan Berlapis

Saat ini Najib menghadapi empat tuduhan korupsi dan ti­ga tuduhan pencucian uang dalam persidangan. Setiap tu­duhan korupsi itu masing-ma­sing bisa mendapat ganjaran hukuman penjara maksimum 20 tahun, dan setiap tuduh­an pencucian uang dapat di­hukum dengan jangka waktu hingga 15 tahun.

Namun, jumlah uang yang dilibat dalam persidangan per­tama Najib amat kecil jika di­bandingkan dengan yang di persidangan kedua dan yang paling signifikan yang berpusat pada dugaan bahwa ia secara ilegal memperoleh lebih dari 500 juta dollar AS dari 1MDB.

Saat ini otoritas di Amerika Serikat (AS) sedang menyeli­diki aliran dana tersebut sete­lah uang senilai 4,5 miliar dol­lar AS yang dijarah dari 1MDB, diduga dicuci melalui sistem keuangan di AS. ang/AFP/I-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment