Koran Jakarta | October 16 2019
No Comments
Modus Kriminalitas l Mobil Baru Dijual dengan Harga Murah

Sindikat Penggelapan Mobil Dibongkar

Sindikat Penggelapan Mobil Dibongkar

Foto : KORAN JAKARTA/MARIO CAISAR
Penggelapan Mobil | Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono (tengah) menunjukan tersangka kasus penggelapan mobil beserta barang buktinya pada konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu(18/9). Subdit 6 Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kejahatan penggelapan mobil dengan barang bukti 28 unit kendaraan roda empat beserta sejumlah tersangka.
A   A   A   Pengaturan Font

Motif kasusnya hampir sama, mayoritas menjual mobil tanpa BPKB dan menggadaikan mobil.

JAKARTA – P olda Metro Jaya berhasil membongkat sindikat penggelapan mobil. Petugas mengamankan 29 mobil dari komplotan yang berbeda-beda. Mobil-mobil tersebut ada yang dijual dengan harga murah dan ada pula yang digadaikan para tersangka demi mendapatkan keuntungan. Tersangka terbagi menjadi lima kelompok yang berbeda-beda.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, mengatakan pihaknya berhasil meringkus tersangka berini­sial AKM, 32 tahun, S, 43 tahun, HIJ, 31 tahun, BHG, 25 tahun, RS, 23 tahun, I, 34 tahun, MY, 30 tahun, RH, 36 tahun, AR, 25 tahun, dan BFR, 33 tahun, yang ditangkap pada bulan Juli hingga September 2019.

“Kasus pada 5 Agustus, kasus penggelapan. Tersangka me­nyewa mobil di temannya, lalu digadaikan lagi ke temannya seharga 30 juta rupiah,” kata Argo di Jakarta, Rabu (18/9).

Argo menambahkan dalam menjalankan aksinya modus yang dilakukan tersangka yakni membuat identitas palsu untuk mengajukan kreditan mobil. Setelah mobil diterima, para pelaku menjual mobil tersebut dengan harga murah.

Selain itu, lanjut Argo, seba­gian dari tersangka memiliki peran penadah mobil dan men­jual mobil-mobil dengan harga sangat miring. Mobil yang dijual tidak dilengkapi dengan surat-surat kendaraan yang sah.

Menurut Argo, para ter­sangka ini sangat lihai merayu korban untuk membeli mobil tersebut. Alhasil, korban pun tergiur dengan iming-iming yang ditawarkan oleh tersangka.

“Pelaku terbiasa untuk merayu sehingga pembeli ter­bujuk kalau BPKB mudah, gampang bisa diurus, akhirnya korban tergiur. BPKB-nya di­tunggu berapa lama ya nggak kunjung ada karena BPKB-nya ada di leasing,” sambungnya.

Di samping itu, Argo menu­turkan ada juga kasus penjualan mobil hasil curian yang berhasil diamankan tim dari Subdit Ran­mor. Total, sebanyak 29 mobil yang berhasil diamankan polisi dari 10 tersangka.

Di lokasi yang sama, Kasu­bdit Ranmor Polda Metro Jaya, AKBP Sapta Maulana, menga­takan saat ini penyidik masih menelusuri kasus tersebut. Se­lain itu, tim masih mengejar para tersangka yang masih ber­status dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Kami masih mendalami ka­sus ini dan teman-teman yang di lapangan masih menge­jar para tersangka yang masih DPO,” tutur Sapta.

Sapta menjelaskan dalam menjalankan aksinya, modus yang dilakukan seluruh ter­sangka hampir sama dengan pelaku lainnya.

“Untuk motif kasusnya ham­pir sama ya, mayoritas menjual mobil tanpa BPKB dan meng­gadaikan mobil,” kata Sapta.

Berbagai Modus

Modus pertama adalah pe­nyewaan mobil untuk diga­daikan. Tersangka AKM dan S menyewa mobil dari PT. Clipan Finance Indonesia selama em­pat hari. Namun, mobil terse­but tidak dikembalikan hingga jatuh tempo yang telah diten­tukan. “Ternyata mobil diga­daikan seharga 30 juta rupiah untuk kehidupan sehari-hari. Pemilik mobil enggak terima, sehingga yang bersangkutan membuat laporan ke polisi,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (18/9).

Modus penyewaan mobil juga dilakukan oleh tersangka HIJ. Dia menyewa mobil kor­ban yang berinisial TS. Namun, hingga jatuh tempo batas pe­nyewaan, mobil tersebut tidak dikembalikan dan digadaikan oleh tersangka. Modus lainnya adalah membeli mobil secara kredit dengan menggunakan identitas palsu. Setelah penga­juan pembelian mobil diterima, tersangka BHG menjual mobil tersebut dengan harga murah.

Modus ketiga adalah ber­peran sebagai penadah mobil curian atau mobil yang sedang digadaikan. Selanjutnya, para tersangka menjual mobil terse­but dengan harga murah. “Ada mobil yang dijual murah de­ngan harga 91 juta rupiah tanpa BPKB. Mereka menjanjikan pengurusan BPKB dalam be­berapa hari, namun para pem­beli tidak pernah mendapatkan BPKB tersebut,” ujar Argo. Saat ini, polisi masih mendalami ka­sus tersebut untuk mengetahui keterkaitan para tersangka. Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. jon/P-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment