Koran Jakarta | September 18 2019
No Comments
Transaksi Digital

Solusi ”Blockchain” untuk Sektor Industri

Solusi ”Blockchain” untuk Sektor Industri

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA- Ajang Empow­ering Blockchain Summit akan digelar di di Sheraton Grand Gandaria City Hotel, Jakarta pada 13 -14 Septem­ber 2019. Event yang akan mengetengahkan beragam solusi blockchain untuk sek­tor industri ini diprakarsai oleh Chainway, platform bis­nis blockchain berbasis di In­donesia.

Konferensi perdana ter­sebut akan menemukan para pemimpin, pendiri dan pe­ngembang dari perusahaan-perusahaan besar, termasuk Binance untuk membangun momentum dan terlibat dis­kusi tentang masa depan industri blockchain.

Blockchain adalah catatan transaksi digital berdasarkan strukturnya, di mana catatan individu, yang disebut blok, dihubungkan bersama da­lam satu daftar, yang disebut chain (rantai).

Chainway adalah usaha blockchain yang baru berdiri di Jakarta, bertujuan meng­hubungkan bisnis blockchain global dengan industri block­chain Indonesia dan menye­diakan solusi bisnis.

“Teknologi blockchain bu­kan hanya terkait dengan mata uang, tapi kini sudah bisa diaplikasikan pada ba­nyak hal seperti kesehatan, telekomunikasi, suply chain management, pertanian hingga media sosial,” ujar CEO In­dodax, Oscar Darmawan, di Jakarta, pekan lalu.

Kendati demikian, Oscar membantah jika ke depannya blockchain akan menjadi alat pembayaran resmi. “Alat pem­bayaran di Indonesia tetap ru­piah. Konyol jika ada yang ingin menggantikan,” tandasnya.

Ia mengatakan, Indonesia sebenarnya masih jauh ter­tinggal dalam industri block­chain di level Asia. Bahkan untuk level Asia Tenggara pun, Indonesia masih di ba­wah Malaysia, Singapura dan Thailand. “Di Jepang, tiket kereta cepat sudah mulai di­susun lewat teknologi block­chain,” ungkapnya.

Bicara soal perkembangan industri blockchain di Indo­nesia, Ketua Asosiasi Block­chain Indonesia (ABI), M Deivito Dunggio menyebut, dalam waktu dua tahun, pe­nambahan perusahaan block­chain yang bergabung di ABI sekitar lima kali lipat. “Tahun lalu, masih enam perusahaan dan tahun ini sudah ada 30 perusahaan. Masih banyak yang belum bergabung de­ngan asosiasi,” ujarnya.

Empowering Blockchain Summit akan dihadiri oleh tokoh-tokoh ternama di du­nia blockchain dan aset kripto global. Beberapa mitra terbe­sar termasuk Binance, Sam­sung SDS, Indodax, Samsung Electronics Indonesia, QCP Capital, SolidBlock dan Go­pax Indonesia.

Pada hari pertama, pema­in global paling berpengaruh di industri blockchain dan aset kripto akan berbagi pan­dangan mengenai industri blockchain beserta cara-cara praktis menerapkannya ke sektor publik dan swasta.

Hari kedua akan me­nyoroti peristiwa dan tren yang sedang terjadi di pasar blockchain serta strategi un­tuk bertahan. eko/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment