Struktur Misterius yang Munculkan Jejak Multitafsir | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 6 2019
No Comments
Piramida Bent

Struktur Misterius yang Munculkan Jejak Multitafsir

Struktur Misterius yang Munculkan Jejak Multitafsir

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

Untuk pertama kalinya sejak 1965, dua piramida yang dibangun orang Mesir kuno dibuka untuk umum oleh pemerintah Mesir, melalui E egyptian Ministry of Antiquities.

Mesir sebagai kiblat dan seja­rah peradaban kehidupan umat manusia tidak dipungkiri selalu menjadi perhatian masyarakat dunia. Catatan sejarah yang kaya, ditambah eksotisme lokasi membuat banyak orang yang ingin men­gunjunginya.

Kabar baiknya, sejak Sabtu (13/7) pemerintah Mesir membuka Piramida Bent dan satu piramida tua didekat­nya yang berlokasi di dalam wilayah Kerajaan Dashur Nekropolis sekitar 25 mil (40 kilometer) dari selatan Kairo untuk wisatawan umum. Kedua piramida ini memiliki usia yang sama yaitu lebih dari 4.000 tahun.

Bersamaan dengan pengumuman dibukanya wisata piramida itu, pihak pemerintah Mesir juga turut memamerkan temuan terbaru tentang sarkofagus (wadah menyimpan jenazah) yang terbuat dari batu, tanah liat dan kayu, beberapa diantaranya berisi mumi dengan topeng penguburan dari kayu. Temuan ini juga termasuk alat pemotong batu yang berasal dari Zaman Akhir, yang ber­langsung sejak 664 SM atau se­kitar zaman Alexander Agung.

Piramida Bent, dibangun pada sekitar 2600 SM oleh Firaun Sneferu selama Kera­jaan Lama. Yang menarik dari piramida ini ialah memiliki struktur bangunan yang unik. Para arkeolog mencatat bahwa arsitekturnya merupakan transisi antara Piramida Djoser dibangun pada 2667 SM dan Piramida Meidum 2600 SM.

Piramida ini pada bagian bawahnya masih ditutupi batu kampur aslinya. Naik ke bagian atas, pada sudut 54 derajat bangunan ini seolah menurun sekitar 43 derajat sehingga piramida jika diamati seperti bangunan bengkok.

“Sneferu hidup dan berkua­sa sangat lama, para arsitek kala itu mungkin ingin menca­pai bentuk yang lengkap, ben­tuk piramida,” kara Mohamed Shiha, Direktur Situs Kerajaan Dashur Nekropolis.

Untuk mengemas wisata edukasi sejarah ini peme­rintah Mesir tampak sangat serius, selama masa penutup­an bagi wisatawan sebelum­nya, diketahui Kementerian Purbakala Mesir memulihkan Piramida Bent seluas 1.011 kaki (101 meter) dan piramida di sekitarnya.

Beberapa proses restorasi ini meliputi pengerjaan tangga internal dan eksternal, penam­bahan jaringan penerangan, dan perbaikan beberapa pe­kerjaan bebatuan di koridor dan ruang pemakaman.

Selain itu, Kementerian juga mengumumkan bahwa para arkeolognya juga telah menemukan sisa-sisa tem­bok kuno yang berasal dari Kerajaan Tengah, sekitar 4.000 tahun yang lalu. Dinding set­inggi hampir 200 kaki (60 m) ini berada di selatan piramida lain dari dinasti ke-12 Raja Amenemhat II, yang juga ber­ada di Nekropolis Dashur.

Para arkeolog juga mem­buka makam Sa Eset, seorang penjaga piramida di Kerajaan Tengah, yang telah ditutup sejak penggalian pada 1894. Di dalam makamnya terkubur teks-teks hieroglif yang diawet­kan.

Dalam beberapa ta­hun terakhir, Mesir telah mengumumkan penemuan arkeologis dengan harapan meningkatkan pariwisata sejarah. Promosi Dashur sengaja dilakukan sebagai bagian dari peningkatan sek­tor pariwisata Mesir, yang be­berapa tahun lalu mengalami penurunan akibat pemberon­takan pada 2011.

Akhir bulan lalu, Piramida Lahun dari tanah liat yang diperkirakan berumur 4.000 tahun juga baru saja dibuka untuk wisatawan di Kota Fayoum. Jaraknya sekitar 96 Km dari Kota Kairo. Di samping itu Piramida Bent, serta piramida lainnya di Nekropolis Dashur tercatat sebagai situs Warisan Dunia melaui Organisasi Pen­didikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan (UNESCO). ima/R-1

Formasi yang Khas dan Unik

Piramida bengkok adalah struktur yang menarik yang menimbulkan banyak pertanyaan ketika menjawab tentang evolusi piramida. Secara misterius, piramida ini dimulai pada satu sudut (sekitar 52 derajat) dan kemudian tiba-tiba berubah menjadi sudut yang lebih ber­tahap yaitu 43 derajat. Peng­aturan aneh ini memberikan piramida ini dengan penam­pilan yang khas dan unik.

Ada beberapa kemungki­nan yang melatarbelakangi bentuk bengkok atau peruba­han pada sudut piramida tesebut. Saat ini, teori yang paling banyak diterima adalah bahwa Raja Sneferu menyadari bahwa jika dia ingin melanjut­kan piramida pada sudut yang umum piramida miliki, akan membutuhkan banyak bahan dan tenaga.

Teori lain menyatakan bahwa sudut asli akan bisa mengakibatkan perpindahan banyak blok dan jajaran kamar dan lorong. Teori ini melan­jutkan struktur lebih lembut untuk mengurangi jumlah be­rat saat ditambahkan di bagian atasnya kamar-kamar dan lorong-lorong.

Perlu diketahui pula, piramida ini memiliki ujung bangunan yang paling utuh. Meskipun bagian-bagian ban­gunan sudah hancur, piramida ini seolah memberikan ide terbaik tentang pola konstruksi piramida yang ada sejauh ini, khususnya di Mesir.

Piramida Bent juga terkenal tidak biasa karena memiliki dua pintu masuk. Satu pintu masuk berada di sisi utara, seperti yang umum terdapat di semua piramida lainnya, dan pintu barat.

Pada bagian sisi selatan Piramida Bent, berisi piramida yang lebih kecil yang mungkin ditujukan untuk istri raja, Ratu Heterpheres. Para ahli lain mengatakan bahwa piramida yang lebih kecil itu diperuntu­kan sebagai pembantu untuk melayani sang raja. Tapi itu semua masih anggapan, tu­juan sebenarnya dari konsep bangunan-bangunan piramida ini tersusun tidak ada yang tahu dan masih sulit dipahami.

Pertanyaan selanjutnya dan masih misterius, apakah Sneferu dimakamkan di lokasi Piramida Bent? Sayangnya sejauh ini belum ada informasi yang meyakinkan. Namun banyak kemungkinan dan anggapan soal di mana tubuh Sneferu itu bersemayam. Dugaan yang ada sejauh ini makam sejarah itu dibuang sejak lama oleh para pencuri, atau dimakamkan di piramida berikutnya (Piramida Merah) di bagian utara.

“Tepat di mana dia di­makamkan, kita tidak yakin akan hal itu. Mungkin di piramida (Bent) ini, siapa yang tahu?” pungkas Shiha. ima/R-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment