Koran Jakarta | June 27 2019
No Comments

Terus Berkreasi agar Memenangkan

Terus Berkreasi agar Memenangkan

Foto : istimewa
Kreativitas harus dilatih karena tidak datang dengan sendirinya. Untuk itu, diperlukan terus mengasahnya. Caranya dengan banyak belajar, membaca, mengikuti seminar, berbicara dengan orang sukses, dan tentu saja terus mengadakan berbagai percobaan.
A   A   A   Pengaturan Font

Zaman terus berkembang. Banyak petarung yang terus bermuncu­lan baik di dunia bisnis maupun bidang lain. Namun, yang akan muncul sebagai pemenang adalah mereka yang mampu terus berkreasi. Kalangan muda banyak memiliki ide kreatif. Mereka inilah yang akan memenangkan perca­turan bisnis di masa datang. “Kreativitas tumbuh subur di tempat kerja atau studio terbuka terhadap kemungkinan-kemungkinan dan ide-ide baru (hlm 147).”

Meski semua menyadari bahwa kreativitas akan memenangkan per­saingan di dalam bidang apa pun, ada saja yang tidak mudah menerima. Kalau ini terjadi di dalam perusahaan bisa muncul dua kubu. Di satu sisi yang ingin terus berubah. Sementara itu, yang mau mempertahankan status quo lebih banyak merasa nyaman dengan posisi sekarang.

Generasi lama biasanya tidak mu­dah menerima perubahan. Padahal salah satu inti kreativitas adalah per­ubahan. Perusahaan yang tidak mau berubah bisa terengah-engah meng­ikuti derasnya persaingan. Untuk bisa berperang melawan persaingan tiada kata lain selain terus mengembangkan penelitian, riset, dan kreativitas. Jadi, orang harus berani keluar dari zona nya­man. Untuk maju memang diperlukan keberanian, berani keluar dari kondisi enak sekarang agar kelak lebih enak lagi dan tidak terlibas zaman.

Keluar dari kondisi menghayutkan karena kemapanan telah ditempuh Coco Chanel, desainer Prancis. Dia me­mang keras menentang yang serbama­pan. Misalnya, untuk pakaian wanita (hal 22) yang selalu saja mengenakan korset yang sebenarnya lebih banyak menyiksa. Tidak ada kenyamanan berpakaian menggunakan pengetat seperti korset. Tujuannya supaya ke­lihatan langsing. Padahal langsing harus natural. Hal itu bisa diperoleh dengan rancangan sporti kasual. Inilah yang dia perkenalkan dan kebetulan digemari anak milenial.

Memang desainer adalah khas inova­si terus-menerus, berubah dan berubah guna menjawab perkembangan zaman. Tanpa ada penyesuaian zaman, ran­cangan akan kaku, ketinggalan, dan akhirnya limbung karena ditinggal pelanggan. Wanita bernama lengkap Gabrielle Bonheur Chanel kelahiran 19 Augustus 1883 dan meninggal 10 Janu­ary 1971 ini pemilik brand Chanel. Dia “mengganti” korset dengan memperke­nalkan pakaian-pakaian sporti.

Rod Junkins sendiri dari St Martin College of Art banyak mempelajari ke­berhasilan para pemikir kreatif. Dia me­lihat dari setiap langkah kehidupannya. Dia mengikuti kreativitas para ekonom hingga pemenang nobel. Dari pene­litian tersebut, Junkins lalu mencoba menarik benang merah menjadi sebu­ah buku ringkas yang penuh inspirasi tersebut. Masyarakat perlu membuka lembar demi lembar untuk menimba inspirasi dari dalamnya.

Jangan mudah berkompromi. Se­tiap orang harus bermental matang, jangan kekanak-kanakan. Temukan banyak inspirasi dalam The Art of Creative Thinking. Kreativitas harus dilatih karena tidak datang dengan sendirinya. Untuk itu, diperlukan terus mengasahnya. Caranya dengan banyak belajar, membaca, mengikuti seminar, berbicara dengan orang sukses, dan tentu saja terus mengada­kan berbagai percobaan.

Kunci lain kreativitas adalah men­jauhkan rasa puas diri. Sebab begitu orang merasa puas, berhentilah berkrea­si. Tanpa disadari dia memulai menggali keterpurukan. Agar terus sukses sese­orang harus selalu membangun inovasi dan kreasi. Kreativitas ikut mati bergitu orang merasa puas. Jadi, jangan pernah puas dan …bukankah tidak puas adalah sikap khas manusia? Tetapi harus dalam pengertian yang positif. n

Diresensi P Erni Damayanti,

seorang penggemar seni kreasi

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment