Tidak Perlu Impor Beras | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 6 2019
No Comments
Kebutuhan Pangan - Stok Aman hingga Awal Tahun Depan

Tidak Perlu Impor Beras

Tidak Perlu Impor Beras

Foto : ANTARA/NOVA WAHYUDI
A   A   A   Pengaturan Font
Bulog akan menggelontorkan 500 ribu ton untuk program stabilisasi harga beras di musim paceklik.

 

JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso (Buwas), menegaskan stok be­ras di gudangnya cukup sam­pai akhir tahun bahkan hingga awal tahun depan saat musim paceklik.

Karena itu, pemerintah tak perlu impor beras seperti ta­hun-tahun sebelumnya walau­pun di tengah ancaman musim kemarau yang melanda area persawahan yang berpotensi mengganggu produksi beras.

Buwas menjelaskan, dari stok beras Perum Bulog saat ini yang mencapai 2,5 juta ton, akan dipakai untuk program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) hanya 700 ribu ton. Artinya masih ada sisa sekitar 1,8 juta ton di gudang Bulog.

Untuk antisipasi musim paceklik gagal panen pada awal tahun depan, Bulog memperkirakan akan meng­gelontorkan 500 ribu ton untuk program stabilisasi harga beras di musim paceklik.

“Sekarang katakanlah 2,5 juta ton, berarti masih ada 1,8 juta ton. Oh jauh, masih san­gat kuat, aman. Katakanlah tiga bulan, Januari–Maret eng­gak ada panen karena musim kering, kita paling keluarkan untuk operasi 500 ribu ton. Selama tiga bulan. Itu sudah sehebat-hebatnya. Berarti kita kan masih ada 1,5 juta ton,” kata Buwas, di Jakarta, Jumat (19/7).

Karena itu, Buwas berani menegaskan bahwa pemerin­tah tak perlu impor beras. Se­lain ada stok lama, Bulog juga masih terus melakukan sera­pan beras-beras petani.

“Musim paceklik itu Januari–Maret, tiga bulan tidak ada panen, kami akan keluar­kan untuk operasi pasar 500 ribu ton paling banyak. Berarti masih ada 1,3 juta ton. Ya kita menyerap lagi. Berarti kalau itu normal, kita enggak perlu impor,” katanya.

Buwas mengaku, sebel­umnya dia juga pernah menjamin pemerintah tak per­lu impor lagi. Ia menjelaskan bahwa apa yang diucapkannya dulu itu akhirnya terbukti.

Kan saya sudah bilang, kita tidak perlu impor. Saya bukti­kan kan, begitu saya menolak impor, saya serap maksimal dalam negeri. 2019 ini insyaAl­lah nggak impor. Next kalau cuaca bagus, enggak impor,” katanya.

Serap Beras Petani

Bila Indonesia tak impor, lan­jut Buwas, pihaknya bisa maksi­mal menyerap beras petani. Harapannya, stok beras aman, namun harga beras di tingkat petani tidak anjlok lantaran bisa diserap penuh oleh Bulog sesuai dengan harga beli yang sudah ditetapkan pemerintah.

Meski diakuinya penyerapan beras dari petani lokal di bawah satu juta ton, namun itu cukup untuk menjaga Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di level aman sebesar 1,5 juta ton. Buwas menyatakan penyaluran BPNT akan membuat arus stok Bulog menjadi lebih baik. Se­bab, sebelum mendapatkan jatah 100 persen peny­aluran BPNT, Bulog hanya menyalurkan stoknya lewat pro­gram beras se­jahtera (Rastra) sebanyak 200 ribu ton. Ant/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment