Tips Atasi Kekurangan Waktu | Koran Jakarta
Koran Jakarta | May 28 2020
No Comments
SURAT UNTUK BU ROSSA

Tips Atasi Kekurangan Waktu

Tips Atasi Kekurangan Waktu

Foto : ist
A   A   A   Pengaturan Font

Pertanyaan :

Bu Rossa, saya sudah dua kali ditegur atasan karena menyelesaikan pekerjaan melebihi tenggat. Saya sudah berusaha keras tapi rasanya waktu begitu sempit, padahal pekerjaan begitu banyak. Mohon tipst-ipsnya.

Jawaban :

Kekurangan waktu adalah alasan klasik bagi banyak karyawan yang tidak mampu menyelesaikan pekerjaan. Pada intinya mereka mengatakan pekerjaan terlalu banyak, sedangkan waktu terlalu sempit. Akhirnya mereka tidak bisa mengejar tenggat atau deadline. Tapi apakah benar demikian? Apakah setiap tidak memenuhi tenggat selalu karena kekurangan waktu? Memang, selama ini banyak yang mengklaim waktu sebagai biang tidak terselesaikannya pekerjaan. Padahal sesungguhnya ini lebih kepada pengelolaan waktu yang kurang efektif dan efisien.

Kebanyakan orang yang tidak bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu karena hobi menunda pekerjaan. Jika ada waktu luang mereka lebih senang memanfaatkannya untuk kegiatan lain seperti chatting, mengobrol, ataupun bercanda. Akibatnya pekerjaan selalu tertangguhkan. Lebih parah lagi, banyak yang sengaja menyelesaikan pekerjaan justru di detik-detik akhir tenggat. Memang, pekerjaan bisa saja selesai tapi hasilnya kurang memuaskan jika dibanding mengerjakannya sejak awal. Sederet kekurangan akan terlihat jika mengerjakan pada waktu yang mepet. Celakanya akibat mengerjakan di waktu sempit, kadang tidak selesai. Nah sikap menunda itu berdampak buruk. Selain membentuk pribadi yang tidak tepat waktu, terlalu sering menunda juga akan melunturkan tanggung jawab. Jadi, jika orang gemar menunda, segera perbaiki kebiasaan buruk itu. Cobalah disiplin pada diri sendiri dan ikuti petunjuk singkat berikut.

– Buatlah peraturan tertulis untuk diri sendiri. Isinya menekankan akan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan tidak melakukan kegiatan lain selama pekerjaan belum selesai. Tempelkan peraturan itu di komputer, meja kerja, ataupun gagang telepon. Kalau perlu ciptakan sanksi atau hukuman bagi diri sendiri jika tidak mampu menyelesaikan pekerjaan. Ini bisa menjadi semacam dorongan untuk menuntaskan kewajiban dan mencapai target.

– Setiap menghadapi hari baru, saat terbangun rencanakan aktivitas hari itu. Kemudian buatkan jatah waktu untuk setiap aktivitas. Usahakan selesaikan semua rencana tepat seperti dijadwalkan.

– Buatlah skala prioritas. Orang harus mengetahui pekerjaan yang harus didulukan. Kemudian segera kerjakan. Kemudian menyusul ke pekerjaan berikutnya.

– Manfaatkan waktu luang untuk mencicil pekerjaan. Mencicil pekerjaan merupakan solusi mujarab untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Lagi pula mencicil pekerjaan di waktu luang tidak membuat terburu-buru dan stres dikejar tenggat.

– Pertahankan semangat. Setiap kali mengerjakan tugas harus menyertainya dengan semangat. Pertahankan semangat agar tidak down saat tengah berkutat dengan pekerjaan. Motivasi diri sendiri untuk mencapai target pribadi.

– Bersikaplah tegas terhadap segala sesuatu yang dapat menginterupsi pekerjaan. Misalnya, putuskan telepon yang isinya cuma obrolan tak penting. Jangan kunjungi chat room dan matikan HP.

– Jika tiba-tiba memiliki ide di luar rencana, catatlah. Kalau pekerjaan sudah beres, keluarkan berkas-berkas yang diperlukan untuk mewujudkan ide tadi. Dengan demikian, seseorang akan menjadi pribadi yang lebih disiplin dalam menghadapi waktu.

Pekerjaan beres dan tidak akan stres. Tetapi tentu saja bukan berarti harus bersikap ekstrem terhadap diri sendiri. Saat semua tugas telah tuntas, bisa memuaskan diri dengan melakukan aktivitas kesenangan di luar pekerjaan

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment