Koran Jakarta | October 16 2019
No Comments
Inovasi Daerah | Melalui Inovasi Kehadiran Negara Dirasakan oleh Masyarakat

Tjahjo kumolo Mendagri Harus Punya Inovasi

Tjahjo kumolo Mendagri Harus Punya Inovasi

Foto : ISTIMEWA
Tjahjo kumolo, Mendagri
A   A   A   Pengaturan Font
Di tengah persaingan yang semakin ketat, inovasi menjadi kunci keberhasilan setiap daerah.

 

JAKARTA – Inovasi terutama yang terkait dengan pelayanan publik adalah kunci keberhasilan pemerintah sebagai pelayan rakyat. Apalagi di era digital seperti sekarang ini inovasi berbasis teknologi dan informasi sudah menjadi kebutuhan. Karena itu, pemerintah daerah yang banyak berhubungan langsung dengan masyarakat, harus berlomba melahirkan inovasi. Minimal satu daerah bisa ciptakan satu inovasi.

“Target Pemerintahan Pak Jokowi ke depan, seluruh Pemda minimal punya satu inovasi di bidang apapun,” kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Jakarta, Selasa (8/10).

Dengan inovasi kata Tjahjo, pertumbuhan ekonomi akan bisa ditumbuhkan. Selain bakal merangsang kreativitas masyarakat. Karena itu, inovasi yang dilahirkan Pemda, baru bisa mendorong warga ikut berinovasi. “Manakala Pemda memberikan peluang, saya kira masyarakat yang ada di daerah juga berlomba untuk membuat sesuatu yang terbaik bagi daerahnya,” ujarnya.

Inovasi pun lanjut Tjahjo bisa jadi instrumen untuk mempercepat pemerataan pembangunan. Selain jadi alat bagi pemerintah agar bisa hadir di tengah rakyatnya. Lewat inovasi, negara bisa dirasakan kehadirannya oleh masyarakat. Ujungnya adalah untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. “Muaranya tentu untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” kata mantan Sekjen PDIP tersebut.

Pemerintah pusat dibawah kepemimpinan Jokowi, kata Tjahjo sejak awal berkomitmen untuk mendorong daerah berinovasi. Terutama inovasi yang bisa membuat pelayanan publik kian ringkas, efesien dan efektif. Tidak birokratis. Hasilnya kini sudah terasa. Banyak daerah sekarang berhasil melahirkan berbagai inovasi dalam pelayanan publiknya. Ini tentu harus diapresiasi.

“Bagaimana sebuah daerah dengan inovasi-inovasi yang dibuat oleh kepala daerah itu mampu untuk memberikan suasana layanan masyarakat yang harus semakin baik, ini yang diharapkan oleh Pak Jokowi selama tahun ini dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan infrastruktur sosial yang ada ini harus terkoneksi dengan inovasi-inovasi sekecil apapun yang ada di daerah diberbagai bidang,” tuturnya.

Tjahjo pun lantas mencontohkan satu inovasi yang dibuat kementeriannya. Inovasi itu adalah Puja Indah atau Pusat Jejaring Inovasi Daerah yang merupakan inovasi pelayanan publik terkait tata kelola pemerintahan.

Puja Indah adalah sistem pendukung inovasi dan pelaksanaan tugas Kelitbangan. “Puja Indah berupa sistem informasi evaluasi dan penilaian inovasi daerah berbasis partisipasi masyarakat, e-survei dan jejaringan penelitian yang terintegrasi antara pusat, provinsi, dan kabupten atau kota,” katanya.

Inovasi Puja Indah ini kata Tjahjo, dibuat untuk memudahkan pelayanan di daerah sehingga pelayanan dapat dilakukan secara mudah, sederhana, murah, cepat tepat, serta memberikan kemudahan bagi investor dalam berbisnis. Setidaknya hingga saat ini sudah ada 77 pihak yang telah menandatangani komitmen pembinaan inovasi daerah dengan menggunakan layanan Puja Indah sebagai inovasi layanan publiknya.

Penghargaan Inovasi

Masih terkait dengan soal inovasi pelayanan publik, Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Bahtiar mengungkapkan bahwa pada hari Senin malam (7/10), telah digelar acara malam puncak Penyerahan Innovative Government Award (IGA) Tahun 2019 di Jakarta.

Dalam acara itu, Mendagri menyerahkan piala dan piagam Penghargaan IGA 2019 kepada provinsi, kabupaten dan kota dengan berbagai kategori. Untuk kategori daerah perbatasan ada tiga kabupaten yang meraih penghargaan. Sementara untuk daerah tertinggal, penghargaan diberikan kepada dua kabupaten. Daerah perbatasan dan tertinggal yang meraih penghargaan adalah Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Morotai, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Nabire.

Untuk kategori kabupaten terinovatif, Pemda yang mendapat penghargaan adalah Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Malang, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Banggai, Kabupaten Agam, Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Bogor dan Padang Pariaman. ags/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment