Usai IPO, Itama Ranoraya Bidik Laba Bersih 46 Miliar Rupiah | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 11 2019
No Comments
Aksi Korporasi - Dana Hasil IPO Digunakan Bangun Jaringan Kantor

Usai IPO, Itama Ranoraya Bidik Laba Bersih 46 Miliar Rupiah

Usai IPO, Itama Ranoraya Bidik Laba Bersih 46 Miliar Rupiah

Foto : KORAN JAKARTA/ M FACHRI
PENCATATAN SAHAM - Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna (kedua dari kiri) bersama Dirut PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA), Teten W Setiawan (kiri), Founder IRRA Jahja Tear (ketiga dari kiri), Komut IRRA Sudibyo (kanan)saat pencatatan perdana saham IRRA di Gedung BEI Jakarta, Selasa (15/10). Perusahaan alat kesehatan ini menjadi emiten ke-41 di BEI pada 2019. Saham IRRA melonjak 186 rupiah hingga menyentuh batas atas penghentian otomatis (autoreject) menjadi 560 rupiah dari harga penawaran 374 rupiah.
A   A   A   Pengaturan Font
PT Itama Ranoraya Tbk melepas sebanyak 400 juta saham dengan harga penawaran 374 rupiah per saham.

JAKARTA – PT Itama Ranoraya Tbk berkode saham IRRA resmi mencatatkan saham perdana usai melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham Perseroan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 34,96 kali. Adapun Perseroan melepas sebanyak 400 juta saham dengan harga penawaran 374 rupiah per saham. Bertindak sebagai penjamin emisi efek PT BNI Sekuritas dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia.

Head of Investment Banking BNI Sekuritas, Tulus Nababan, mengatakan industri alat kesehatan memiliki hubungan dengan industri kesehatan (healthcare) sehingga mempunyai prospek yang besar. “Memang bila dibandingkan dengan Thailand, industri healthcare di sana jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Indonesia, namun ke depan industri ini akan semakin besar. Itu kenapa kami berani mengambil sebagai underwriter, walaupun IRRA industri alat kesehatan,” ungkapnya, di Jakarta, Selasa (15/10).

Pada tahun depan, IRRA menargetkan laba bersih sebesar 46 miliar rupiah dan penjualan di angka 400 miliar rupiah. Sementara itu, laba bersih tahun ini diharapkan sebesar 32 miliar rupiah dan pendapatan sebesar 300 miliar rupiah.

Direktur Itama Ranoraya, Pratoto Satno Raharjo, menjelaskan pengadaan barang dari pemerintah tahun ini belum begitu banyak dan cenderung agak turun akibat dampak Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg). Meski begitu, pihaknya sangat terbantu dengan adanya pabrikan dari sister company, yakni PT Oneject Indonesia, sehingga begitu ada order bisa langsung melakukan pengiriman barang.

“Laba sampai September belum begitu bagus, tapi hampir sama dengan tahun lalu. Jadi laba mungkin masih 10-an miliar rupiah,” kata dia.

Kendati demikian, Perseroan optimistis target laba tahun ini bisa tercapai karena anggaran Pemerintah selama setahun dari Januari sampai Desember, pelaksanaannya baru dimulai Agustus, sehingga saat ini tengah berproses dan berakhir di Desember. Untuk itu, penjualan di dua bulan terakhir (November dan Desember) baru akan melejit mencapai 32 miliar rupiah. “Jadi kalau awal tahun biasanya penjualan akan menurun. Selanjutnya akan naik sedikit demi sedikit pada bulan Desember,” ujar Pratoto.

 

Jaringan Kantor

 

Sedangkan Direktur Itama Ranoraya, Teten W Setiawan, menyebutkan dana hasil IPO sekitar 60 persen untuk mengembangkan jaringan kantor cabang secara bertahap dengan fasilitas dan sumber daya manusia pendukungnya di beberapa kota. Lalu, sekitar 40 persen akan digunakan untuk modal kerja.

“Pada tahun 2020, kami akan mulai mengembangkan sistem jejaring teknologi informasi dan aplikasi Pusat-Cabang serta pendirian kantor perwakilan di Bandung, Medan, Surabaya, dan Makassar. Kantor perwakilan diharapkan akan menjadi kantor cabang utama, yaitu di Medan, Surabaya, dan Makasar,” kata dia.

Pembukaan kantor cabang baru masih dalam proses, namun pihaknya menyiapkan dana sekitar 28 miliar rupiah di tahun depan untuk membuka enam kantor cabang.

“Optimisme kami dari omzet bisa tercapai dengan parameter-parameter itu. Ditambah lagi dengan produk-produk unggulan yang sedang dalam proses,” tukasnya.

 

yni/AR-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment