Koran Jakarta | October 16 2019
No Comments
Perang Dagang

Wakil Menkeu Tiongkok Pimpin Perundingan Awal dengan AS

Wakil Menkeu Tiongkok Pimpin Perundingan Awal dengan AS

Foto : istimewa
Liao Min, Wakil Menteri Keuangan Tiongkok
A   A   A   Pengaturan Font

BEIJING - Wakil Menteri Keuangan (Menkeu) Tiongkok, Liao Min, dijad­walkan tiba di Amerika Serikat (AS) pada Rabu (18/9) untuk melakukan pembicaraan awal dalam rangka me­letakkan dasar untuk pembicaraan perdagangan kedua negara pada bu­lan depan. AS dan Tiongkok telah terlibat dalam perang dagang selama lebih dari setahun, namun kedua ne­gara telah melunakkan sebagian dari sanksi tarif untuk menyambut perun­dingan bulan Oktober.

Kantor berita resmi pemerintah Tiongkok, Xinhua, melaporkan Liao Min akan memimpin delegasi untuk membuka jalan bagi pembicaraan tingkat tinggi kedua pihak. Sebelum­nya, Wakil Perdana Menteri Tiong­kok, Liu He, telah mewakili Presiden Xi Jinping dalam pembicaraan per­dagangan dengan Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, dan Perwakilan Dagang AS, Robert Lighthizer.

Pekan lalu, Beijing mengatakan akan mengeluarkan beberapa produk AS, termasuk ekspor utama seperti kedelai dan babi, dari tarif tambahan. Sedangkan Presiden AS, Donald Trump, juga menunda kenaikan pajak untuk barang-barang Tiong­kok senilai 250 miliar dollar AS sela­ma dua minggu hingga 15 Oktober.

Ekonomi Tiongkok

Sementara itu, Biro Statistik Nasio­nal Tiongkok pada Senin (16/9) me­laporkan produksi industri pada Agustus hanya meningkat 4,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hasil itu lebih buruk dari kinerja sek­tor yang sama pada Juli, yang tumbuh sebesar 4,8 persen, dan menjadi per­tumbuhan terlemah dalam 17 tahun.

Data Agustus itu mencermin­kan risiko penurunan yang mening­kat terhadap ekonomi ketika perang dagang berkecamuk. “Dengan ke­adaan ini, masuk akal jika Tiongkok melunakkan sikap menjelang pem­bicaraan perdagangan, dan mem­perkenalkan rencana stimulus da­lam beberapa pekan terakhir,” kata Kepala Strategi Valuta Asing untuk Asia, Mizuho Bank Hong Kong, Ken Cheung Kin Tai.

Menurutnya, data yang lemah juga memicu spekulasi soal bagaimana bank sentral Tiongkok (PBoC) men­gantisiapsi perlambatan.

Dalam beberapa pekan ter­akhir, PBoC telah mengambil bebe­rapa langkah untuk meningkatkan perekonomian negara. Awal bulan ini, PBoc mengurangi jumlah batas kas yang harus disimpan dalam ca­dangan dengan memangkas rasio persyaratan cadangan untuk pertama kalinya dalam delapan bulan.

Sementara pada Agustus, bank sentral juga meluncurkan suku bunga pinjaman baru yang akan menjadi patokan bagi bank untuk menetap­kan niali pinjaman, sebuah reformasi yang bertujuan mendukung pertum­buhan dan lapangan kerja.

Cheung mengatakan para pem­buat kebijakan di Tiongkok dapat memperbaiki tingkat itu lebih rendah ketika ditetapkan akhir pekan ini.

Tiongkok juga telah membiarkan yuan terdepresiasi ke level terendah dalam lebih dari satu dekade dalam beberapa pekan terakhir. cnn/AFP/SB/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment