Wali Kota Dumai Zulkifli Adnan Singkah Dicekal | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 11 2019
No Comments
Kasus Suap dan Gratifikasi

Wali Kota Dumai Zulkifli Adnan Singkah Dicekal

Wali Kota Dumai Zulkifli Adnan Singkah Dicekal

Foto : ANTARA/SIGID KURNIAWANN
TERLIBAT KASUS DAK I Wali Kota Dumai, Provinsi Riau, Zulkifli Adnan Singkah (kanan) meninggalkan kantor KPK usai diperiksa di Jakarta, Jumat (4/10) malam. KPK mencekal tersangka kasus dugaan suap pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kota Dumai dalam APBN-P 2017 dan APBN 2018, itu selama enam bulan ke depan.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Tersangka kasus peneri­maan gratifikasi dan suap, Wali Kota Du­mai periode 2016–2021, Zulkifli Adnan Singkah (ZAS), dicegah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk bepergian ke luar negeri. Pelarangan ini merupakan bagian dari proses penyidikan dalam kasus dugaan korupsi yaitu peneri­maan gratifikasi yang menjerat Zulkifli.

“KPK telah mengirimkan surat ke Ditjen Imigrasi agar dilakukan pelarangan ke luar negeri terhadap Zulkifli AS alias Zulkifli Adnan Singkah, Wali Kota Dumai periode 2016–2021,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Jakarta, Selasa (12/11).

Febri mengatakan pencegahan ke luar negeri ini dilakukan selama enam bulan ke depan. Terhitung sejak 8 November 2019.

Zulkifli diduga menerima gratifikasi berupa uang 50 juta rupiah dan fasilitas ka­mar hotel di Jakarta dari pihak pengusaha yang mengerjakan proyek di Kota Dumai.

Selain penerima gratifikasi, Zulkifli juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pengurusan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Dumai dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) tahun anggaran (TA) 2017 dan APBN 2018. Penetapan tersangka tersebut merupakan pengembangan perkara ketiga dari dugaan suap terkait usulan dana perimbangan keuangan daerah dalam RAPBN Perubahan TA 2018.

Kasus ini bermula operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat (4/5) tahun 2018 lalu di Jakarta. Saat itu diamankan uang 400 juta rupiah dan ditetapkan empat orang tersangka yang telah divonis ber­salah di Pengadilan Tipikor pada PN Ja­karta Pusat, yaitu Anggota Komisi XI DPR RI, Amin Santono (AMS); Swasta, Eka Kamaluddin (EKK); Kasie Pengemban­gan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Permukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Ke­menkeu), Yaya Purnomo (YP); dan Swas­ta, Ahmad Ghiast.

Diduga, Zulkifli memberikan uang to­tal sebesar 550 juta rupiah kepada Yaya Purnomo, dan kawan-kawan. Uang terse­but diberikan agar Yaya mengawal proses pengusulan dan pengurusan anggaran DAK APBN-P Tahun 2017 dan APBN Ta­hun 2018 Kota Dumai.

Akibat perbuatannya, Zulkifli disang­kakan melanggar dua pasal, yakni Pasal 5 Ayat (1) huruf a alau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pember­antasan Tindak Pidana Korupsi. ola/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment